Perjalanan MGBK Indonesia berangkat dari kebutuhan yang sangat dekat dengan keseharian guru: adanya ruang bersama untuk berdiskusi, meningkatkan kompetensi, dan memperjuangkan mutu layanan bimbingan dan konseling. Pada 22–24 Juni 2007, para Guru BK dari berbagai daerah bertemu di Wisma PKBI, Jakarta Selatan, dalam forum yang kemudian dikenang sebagai Kongres I.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Para peserta membahas kebutuhan organisasi, arah gerak profesi, serta pentingnya jejaring nasional yang mampu menghubungkan pengalaman Guru BK di sekolah dan madrasah. Pada 24 Juni 2007, kesepakatan pendirian organisasi dicapai. Tanggal itu menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah MGBK Indonesia.
Membangun rumah bersama profesi
Semangat awal organisasi tumbuh dari keyakinan bahwa mutu layanan BK tidak dapat diperkuat sendirian. Guru membutuhkan forum yang memungkinkan pengetahuan dibagikan, persoalan profesi dibahas, dan program pengembangan kompetensi dirancang secara kolektif. Forum nasional itu meletakkan fondasi bagi organisasi yang bergerak dari tingkat pusat hingga daerah.
Dra. Naniek Darmawan, M.Pd. tercatat sebagai sosok yang memimpin pada masa awal perjalanan tersebut. Bersama para penggerak lain, kepemimpinan awal menghadapi tugas besar: menyatukan beragam komunitas Guru BK, membangun tata organisasi, dan menjaga agar agenda profesional tetap berpijak pada kebutuhan peserta didik.
Warisan yang terus dilanjutkan
Hampir dua dekade kemudian, prinsip dasarnya tetap relevan. Organisasi hadir untuk menguatkan kompetensi, kode etik, jejaring, dan perlindungan profesi. Bentuk programnya terus berkembang mengikuti perubahan kebijakan dan kebutuhan pendidikan, tetapi semangat kebersamaan yang lahir pada 2007 tetap menjadi pengikat.
Arsip pendirian ini mengingatkan bahwa organisasi dibangun melalui pertemuan, kesediaan berbagi pengalaman, dan keberanian menyusun langkah bersama. Ia bukan hanya catatan tentang masa lalu, melainkan pijakan bagi generasi Guru BK berikutnya untuk melanjutkan pelayanan yang profesional, manusiawi, dan berdampak.



